Posted by: aristyamp | February 12, 2009

[resensi] cinta tanpa definisi

serial_cinta1

serial_cinta1

Judul:Serial Cinta

Penulis:
Anis Matta
Penerbit:
Tarbawi Press
tebal:252 halaman.

Cetakan I:juli 2008

Cetakan II:Nopember 2008

Seperti angin membadai kau tak melihatnya, Seperti banjir menderas kau tak kuasa mencegahnya, Seperti api menyala kau tak kuat melawannya. Seperti itulah CINTA……kau bisa merasakannya, tp mungkin sangat sulit untuk mengatakannya..dan memang mungkin cinta tak perlu definisi pasti,

Buku ini bercerita banyak tentang cinta, Menyelami bagaimana kekuatan cinta itu mampu mengubah kualitas hidup dan cita rasa peradaban.

Seperti yang dinyatakan dalam pengantar penerbit:
dalam buku serial cinta ini, akan dijabarkan dari mana sumbernya, bagaimana pengelolaannya,dan seperti apa hasilnya,
ditambah dengan pendalaman filosofis yang kuat , buku ini menghadirkan tema cinta yang lebih utuh, terhormat dan berdaya guna,

Cinta yang membuat segalanya penuh makna,

Untuk lebih menggoda anda untuk membacanya,berikut saya cuplikkan sedikit paragraf dari judul awal buku serial cinta ini:

Cinta tanpa definisi
“Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya.
Kau merasakannya…
Seperti banjir menderas.Kau tak kuasa mencegahnya.

Cinta adalah kata tanpa benda, nama untuk beragam perasaan, makna bagi ribuan makna, wakil dari sebuah kekuatan tak terkira. Ia jelas, sejelas matahari.

Seperti kita menyaksikan gemuruh badai, luapan banjir atau nyala api, seperti itulah cinta bekerja dalam kehidupan kita.
..
Kuat .Dahsyat.Lembut.Tak terlihat.Penuh haru biru.Padat makna.dan Antagonis.

Barangkali kita memang tidak perlu definisi. Toh juga tak butuh penjelasan untuk dapat merasakan panas matahari.
Kita hanya perlu tahu cara kerjanya.Cara kerjanya itulah definisinya:karena kemudian semua keajaiban akan terjawab.
(Anis Matta)

Buku ini,InsyaAllah mampu membangun kesadaran dan konsep berpikir kita tentang cinta itu sendiri, sehingga kita mampu menempatkan cinta tertinggi kita kepada Allah ,pemilik segala cinta, serta mampu mendaya gunakan cinta menjadi sesuatu yang lebih bermartabat dan berdaya guna, bukan cinta yang hanya pernuh romansa saja, tapi lebih dari itu, cinta yang mampu untuk membangun peradaban yang lebih berkemanusiaaan,

Anda penasaran, silahkan membaca, dan semoga cinta kita dapat tercerahkan.amin!

*PS: jika kesulitan mencari buku ini, bs belanja Online di http://rumahbukumufti.com

salam,aristya

Posted by: aristyamp | February 2, 2009

Merakalah bintangnya bintang

Setiap kali ada kesempatan pulang ke Java Island, hal yang paling rindukan selain bertemu keluarga, adalah bersilaturahim dengan rekan2 perjuangan.
Alhamdulillah, 2 minggu kemarin , saya dapat panggilan training ke jakarta,
so planning pun disusun.
Karena acara traningnya cukup panjang , hampir 2 minggu,
so saya bisa create acara yg cukup variatif,walaupun resiko kecapean tidak bisa dihindari.

Rehat akhir pekan pertama, sy sempatkan maen ke paris pan japa (bandoeng),sms sana sini, miscal miscol (halah ngirit banget :D ),akhirnya terkumpullah beberapa
banyak ,hehehe, sahabat maksudnya,
mulai makan2 ,lari pagi,ampe putsal yang bikin kantong bolong,semua dijalanin, komplet dah!26012009920

Sungguh, ada semangat berbeda yang saya rasakan, ketika bertemu sahabat2 perjuangan saya itu .
semangat itu meluap2 membanjir segenap jiwa saya, menjadikannya kembali segar dan merekah, danketika bertemu mereka, memori perjalanan saya terasa berputar, menapak tilasi setiap jengkal perjalanan yang sudah telah berlalu,
dan saya merasakan rasa sedih yang luar biasa, ketika tersadar bahwasannya 2 tahun sudah lewat masa masa indah itu,
masa masa ketika kami, harus berjibaku menyelesaikan amanah studi dari orang tua di satu sisi, dan tetap menyelessaikan amanah2 organisasidan sejatinya amanah dari Allah di waktu yang bersamaan pula,

ada masa berpenat penat, ada masa rehat,indah,
ada kalanya harus beradu otot dengan aparat keamanan, teriak2 dijalanan,mendemo kebijakan2 pemerintah yang ndak pro rakyat.

ada kalanya beradu otak, cari dana , buat proposal, konsep berbagai macam tema, berdiskusi berbagai macam topik,
ada kalanya pula , ketika kami duduk melingkar, khusyuk, membaca kalam kalam ilahi,

kemudian membahas berbagai masalah, berbagi,saling menasehati dan memberikan jalan keluar dari masalah yang masing2 kami hadapi.ada kalanya, kami harus tegas, garang ,segarang mentari siang ,mensuarakan kebenaran,

ada kalanya hati2 kami tunduk, dan air mata kami bercucuran,mengingat yang kami berikan belumlah seberapa,
kepada orang tua kami yang dengan darah dan air matanya telah membesarkan kami,
kepada guru guru kami, yang rela waktu , tenaga nya diberikan kepada kami,
kepada saudara saudara kami,
kepada, umat ini, dan bangsa ini, agama ini, dan Rabb kami,

Dan disanalah akhirnya persaudaraan sejati itu tumbuh,
persaudaraan yang bersih dari ambisi pribadi,
persaudaraan yang tiada diisi kecuali terus menerus saling berkorban,
persaudaraan yang membuat para malaikatpun iri melihatnya.
persaudaraan yang tidak disekat oleh pertalian darah,
melainkan diikat erat oleh tali iman,

Disanalah akhirnya cinta semua itu berkumpul,
walaupun luas gurun kehidupan yang harus ditapaki,
bersama mereka, semua terasa indah,
di oase iman, bersama para kafilah pejuang,

Benar mereka adalah bintangnya bintang,
dan aku ingin menghadiahkan beberapa bait puisi untuk mereka,bukan buatanku tapi InsyaAllah mewakili gambaranku,jiwaku,

untuk sahabat2ku,
saudaraku, para bintang kejora itu,

Sahabat..
oleh

Abdulrahman Faiz, putra helvi tiana Roza
dsc000431

Kaulah yang menaruh bintang dalam mata, hati dan genggammanku
Kau tak pernah meningggalkanku
Mungkin sesaat aku tak melihatmu di bawah matahari,
tapi ketika sampai malam kau selalu di sana
menjelma pelita
di lorong paling gelap dan berdebu

Sahabat
Kaulah bintang sejati
yang tertawa, menangis, berjalan
dan tak henti berkelip
dalam langit hidupku

salam, aristya

Posted by: aristyamp | January 17, 2009

We will Not Go Down!

palestina2We Will Not GO Down!

(Composed by Michael Heart)

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Terjemahan lirik dalam bahasa Indonesia:

Cahaya putih yang membutakan mata
Menyala terang di langit Gaza malam ini
Orang-orang berlarian untuk berlindung
Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati

Mereka datang dengan tank dan pesawat
Dengan berkobaran api yang merusak
Dan tak ada yang tersisa
Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal

Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini

Wanita dan anak-anak
Dibunuh dan dibantai tiap malam
Sementara para pemimpin nun jauh di sana
Berdebat tentang siapa yg salah & benar

Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan
Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujam asam
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit
Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal

Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini

Sungguh terlalu, orang yang mengatakan “ngapain susah2 mikirin masalah bangsa Palestina, yang jauh disana, sementara Masalah dalam negeri saja begitu banyak”

Harusnya ia ingat bahwa amanat undang undang dasar kita mengatkan”penjajahan di atas dunia harus dihapuskan”,
Sesungguhnya yang terjadi di Palestina lebih dari sekedar penjajahan, tapi pembantaian,genosida, pemusnahan sebuah bangsa,sampai hari ini,
1100 jiwa lebih telah melayang,300 lebih diantaranya anak- anak, belum lagi waninta, dan rakyat sipil,
sebuah kejahatan yang tak termaafkan.

Bagaimana mungkin, kita tidak peduli dg Palestina, padahal Palestina, melalui muftinya (Amin al husaini), adalah orang pertama yang menyiarkan Kemerdekaan Indonesia di radio Internasional.

Beberapa hari yang lalu,dalam sebuah wawancara, DR Hidayat (ketua MPR kita), mengatakan,”Boleh jadi dengan selesainya masalah Palestina ini, berbagai permasalahan yang dihadapi Indonesia akan terselesaikan”.
Mengapa?
kita sudah ketahui bersama,bahwa di belakang Israel , sang agresor, berdiri Amerika,dengan kecongkakannya,semena- mena, memveto setiap keputusan DK PBB yang akan memberikan sanksi kepada Israel.
Tidak berhenti disitu saja, mereka juga membekali tiap2 pasukan Israel dg persenjataan penuh.
Oleh karena itu, krisis ekonomi yang dialami dunia saat ini,yang bersumber dari krisis di Amerika, boleh jadi terjadi akibat goncangan internal amerika, karena dana mereka telah habis diberbagai perang,termasuk perang itu sendiri yang menyebabkan krisis berbagai hal di dunia, belum lagi menurunnya kepercayaan rakyat Amerika sendiri, dsb.

Terlepas dari persoalan itu, yang jelas,kita tidak akan diam atas segala penjajahan,
kontribusi dapat dilakukan dalam bentuk apapun,doa
dana , tenaga, media, seni,dsb,atau sekedar sms .

seperti contoh, tadi malam ada acara 1 for palestina,acara penggalangan dana , berbau seni, di sebuah stasiun TV swasta,menurut berita tadi pagi,hanya dalam waktu 2 jam , terkumpul dana lebih dari Rp 2 M untuk palestina.luar biasa!

So mari bantu sodara2 kita, semampu kita,


Fyi: daftar rekening Donasi!

KOMITE INDONESIA UNTUK SOLIDARITAS PALESTINA ( K I S P A )
http://www.kispa.org
Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cabang SLIPI
No. Rek. 311.01856.22 an Nurdin QQ. KISPA

KNRP ( KOMITE NASIONAL UNTUK RAKYAT PALESTINA )
http://www.knrp.or.id/
BCA cab jatinegara barat
No. Rek 7600325099 a.n. Komnas Untuk Rakyat Palestina

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee)
http://www.mer-c.org/
BCA cab Kwitang: No. Rek. 686.0153678
BSM cab. Kramat: No. Rek. 009.0121.773
(a.n. Medical Emergency Rescue Committee)
BMI cab. Arthaloka: No. Rek. 301.00521.15 (a.n. MER-C)

SMS Donasi. ketik MERC PEDULI kirim ke 7505 Rp 5000/sms

Posted by: aristyamp | January 14, 2009

Menteri termiskin Kaya prestasi

Beberapa waktu yang lalu , Harian Umum REPUBLIKA, 4 Januari 2009, mengumumkan anugerah Tokoh Perubahan 2008. Dengan mengambil tema produktivitas, Republika memilih lima tokoh produktif dan reformatif:, dan salah satu dari 5 tokoh tersebut adalah menteri Pertanian kita Anton Apriyantono .

Anton Apriyantono, tulis Republika, ”kita pilih karena berhasil membawa swasembada beras dan jagung. Bahkan, sejumlah komoditas lain pun terus meningkat, seperti kacang kedelai.” Kita ingat di awal masa jabatannya, Anton digempur kiri-kanan akibat melambungnya harga beras. Indonesia pun menjadi importir beras terbesar di dunia. Seruan pencopotan Anton bergema, orang juga membuka kepakarannya yang tak sesuai.

Kini, kita tak hanya berswasembada, tapi juga surplus. Hal ini berbeda dengan prestasi swasembada beras di masa Orde Baru pada 1984. Saat itu, digembar-gemborkan Indonesia berswasembada beras, sehingga Soeharto, presiden Indonesia saat itu, mendapat kesempatan berpidato di sidang FAO. Padahal, saat itu kita masih impor beras, karena memang definisi swasembada beras adalah jika kita mampu memenuhi 90 persen kebutuhan nasional. Saat itu, kita masih mengimpor 414.300 ton beras. Produksi tahun itu 25,93 juta ton beras. Sedangkan tahun 2008 lalu, kita berhasil memproduksi 35,26 juta ton beras, sedangkan konsumsinya diperkirakan 32 juta ton.

Kita juga mencatat prestasi Anton lainnya. Pria yang santun dan bersahaja ini juga dikenal sebagai figur yang bersih. Tak ada gosip KKN yang menerpanya. Dia adalah orang yang amanah dan bersungguh-sungguh mengabdikan dirinya untuk bangsa dan negara.

Dalam perjalanan kereta api Surabaya- Bandung beberapa waktu yang lampau, saya juga sempat membaca profil dari pak anton yang termuat dalam harian Umum Jawa Pos, beberapa lama saya sempat mencari2 harian yang memuat profil tersebut, dan alhamdulillah , akhirnya saya mendapatkannya,

Terus terang saya menaruh hormat dan bangga yang luar biasa, pada pak anton ini, ditengah prestasinya yang besar itu, pak anton tetaplah pribadi yang sederhana, dan ramah,

Semoga artikel dari Jawa Pos berikut dapat mengenal pribadi pak anton dan mampu menginspirasi kita dalam berkontribusi untuk bangsa tercinta, selamat menyimak:

Ke Daerah, dengan Tiket Ekonomi, Nginap di Rumah Petani

Di Kabinet Indonesia Bersatu, Menteri Pertanian (Mentan) Anton

Apriantono dijuluki sebagai menteri termiskin. Sebab, berdasar laporan

harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), total kekayaannya “hanya”

Rp 388.936 juta. Bagaimana kesehariannya?

Bikin janji untuk bertemu Anton Apriantono tidak terlalu sulit. Di antara menteri yang duduk di Kabinet Indonesia Bersatu, pria yang lama menjadi dosen di Institut Pertanian Bogor (IPB) itu termasuk yang paling mudah dihubungi melalui ponselnya.

Kemarin sore, Jawa Pos diberi kesempatan bertamu di rumah Anton di kompleks perumahan dinas para menteri, tepatnya di Jl Widya Chandra V.Begitu masuk ke halaman rumahnya, seorang petugas keamanan dengantulisan nama Sukim di dadanya ramah mempersilakan masuk. “Cari Bapak ya, silakan langsung saja ke ruang tamu,” ujarnya.

Halaman depan rumah dinas Anton tampak bersih. Aneka tanaman hias disusun rapi dalam pot yang berisi tanah liat. Tidak ada tanaman perindang besar, kecuali sebuah palem kipas yang ditanam di pojok pagar.

Berbeda dari rumah menteri lainnya, di garasi rumah Anton, hanya ada dua mobil yang diparkir. Yakni, Kijang abu-abu keluaran 1994 dan mobil dinas menteri Toyota Camry bernomor RI 24. Pemandangan tersebut berbeda dari rumah dinas menteri-menteri lain yang, selain berisi mobil dinas, terdapat beberapa mobil lain keluaran terbaru.

“Assalamu ‘alaikum, apa kabar?” kata Anton ramah yang muncul dari ruang tengah. Pria kelahiran 5 Oktober 1959 tersebut muncul dengan kemeja lengan panjang bercorak garis-garis. “Hari ini banyak tamu. Maklum, masih suasana Idul Fitri,” ujarnya.

Dia menceritakan, selama Lebaran, keluarganya lebih banyak berada di Jakarta . Hanya hari pertama keluarganya berkunjung ke Serang dan Bogor , Jawa Barat.

Pada awal pembicaraan, dia lebih banyak menceritakan tentang kesibukannya sebagai menteri, sehingga waktu untuk keluarga berkurang. “Karena itu, setiap di rumah, saya manfaatkan betul untuk keluarga. Rasanya sih mereka tidak pernah mengeluh,” ungkapnya.

Sejak menjadi menteri, Anton memboyong keluarganya tinggal di rumah dinas. Rumahnya di Bogor dibiarkan kosong. Di tengah mengobrol dengan Jawa Pos, putri tunggalnya, Sri Rahayu,

masuk membawa secangkir teh. “Silakan diminum. Kebetulan, saat ini saya sedang puasa Syawal,” kata menteri yang diusulkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Ketika disinggung seputar kekayaannya berdasar LHKPN dan diumumkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dia hanya tersenyum. “Saya bersyukur dianggap begitu (disebut menteri termiskin). Pokoknya, kalau dibandingkan menteri lain, nggak mungkin bisa ngejar, apalagi sama Pak Ical (Menko Kesra Aburizal Bakrie yang dijuluki sebagai menteri terkaya dalam kabinet SBY, Red),” ujarnya lantas tertawa.

Dia menjelaskan, sejak menjadi dosen dan kepala laboratorium di IPB, Anton terbiasa menabung. Hasilnya, dia mampu membeli aset berupa tanah di Bogor . Kegemaran berhemat itu diteruskan sampai sekarang. “Sebagian berasal dari gaji dan uang perjalanan ke luar negeri. Itu pun sudah

berlebih,” tegasnya. Suami Rossi Rozzana tersebut mengaku, kehidupannya saat masih menjadi

dosen sudah cukup. “Apalagi sekarang, apa sih yang mau kita kejar? Makan saja tak lebih dari sepiring,” katanya. Sebagai menteri, dia mengaku digaji Rp 19 juta per bulan. Selain dari

gaji, pendapatan Anton diperoleh dari honor menjadi narasumber di seminar. Sebelum menjadi menteri, dia memang sering diundang sebagai ahli di bidang kimia pangan. “Tapi, honorarium dari seminar biasanya dikelola staf,” jelasnya.

Menurut doktor lulusan University of Reading , Inggris, tersebut, kunci perbaikan departemen yang dipimpinnya bermula dari diri sendiri. “Kalau pemimpin tak bisa jadi uswah (teladan, Red), jangan berharap anak buah mengikuti,” ujarnya.

Anton lantas mencontohkan saat dirinya melakukan perjalanan dinas ke daerah menggunakan pesawat. Dia tidak pernah mau naik kelas bisnis. Dia selalu minta diberi tiket ekonomi. Demikian pula ketika harus menginap di suatu daerah. Anton tidak pernah mau diinapkan di hotel berbintang lebih dari tiga. “Kalau menterinya (pakai) ekonomi, anak buahnya nggak ada yang berani (di kelas) bisnis,” ungkapnya lantas tersenyum.

Menurut dia, budaya Orde Baru, yakni daerah harus selalu menyambut pejabat pusat dengan servis VVIP, harus dikikis habis. “Saya lebih suka menginap di rumah petani daripada di hotel. Mereka itu orang yang apa adanya. Tidak ada yang dibuat-buat, ” tegasnya.

Dia lantas menceritakan pengalamannya ketika menginap di rumah salah seorang petani di Karawang. “Saat itu, atap rumahnya sudah mau roboh,” katanya seraya tersenyum lebar.

Anton mengaku, saat ini dirinya sedang memperjuangkan budaya keterbukaan di departemen yang dipimpinnya. Salah satu contohnya, nomor HP-nya terbuka bagi seluruh anak buahnya. Termasuk, pegawai dan penyuluh lapangan di daerah. “Dari mereka, saya bisa tahu keluhan di lapangan. Termasuk, jika ada laporan korupsi, langsung saya minta ditindaklanjuti oleh Irjen

(inspektorat jenderal, Red),” jelasnya.

Dia juga sering mengajak anak buahnya outbound (training di alam). “Kalau di alam, perilaku aslinya terlihat,” ujarnya. Dua minggu sekali, dia menggelar rapat pimpinan yang diakhiri dengan masing-masing saling memberi nasihat.

“Jadi, kalau tidak sesuai dengan yang diomongkan, orangnya malu,” katanya.

Kesederhanaan tersebut Anton diakui sekretaris pribadinya, Dr Abdul Munif . “Saya sampai malu karena bapak sering ngotot pakai kelas ekonomi saat kunjungan ke daerah. Kadang-kadang, sampai saya akali dengan mengatakan tiket ekonomi sudah habis,” ungkapnya.

Alumnus Bonn University , Jerman, yang mendampingi Anton sejak sebelum menjadi menteri itu mengaku, hal tersebut dilakukan untuk menjaga kehormatan Anton sebagai menteri. “Itu kalau kebetulan sedang bersama menteri lain atau ada tamu dari luar negeri. Kalau berangkat sendiri,

hampir selalu ekonomi,” jelasnya. Saat mengunjungi daerah, Munif mengaku banyak pejabat dan bupati yang heran mengetahui kebiasaan Anton. “Awalnya, mereka (bupati dan pejabat

daerah) heran. Tapi, dua tahun ini sudah biasa. Mereka malah berterima kasih,” ujarnya.

Dia menyatakan, satu hal yang paling berkesan adalah perhatian Anton kepada anak buah. Di antaranya, Anton selalu mengingat nama dan kebiasaan-kebiasaan kecil stafnya. “Beliau tak risi mengirimkan ucapan selamat ulang tahun atau memberikan bantuan ketika ada yang punya gawe,” ungkapnya. (*)

salam, aristya

Posted by: aristyamp | January 8, 2009

Selamat berbasa basi

Selamat berbasa basi!

Satu kebiasaan yang ada pada kebanyakan orang jawa, adalah ewuh pakewuh,serba gak enakan,ndak mau ngrepotin orang laen.mungkin seperti itu.

Dimana-dimana , termasuk ketika saya tidak berada di pulau Jawa,

ketika bertemu dengan orang Jawa, adat ewuh pakewuh itu tetap mendarah daging,laksana warisan agung nan keramat yang diturunkan dari generasi ke generasi,terjaga keasliannya (berlebihan yak?!)

Ada positif dan negatifnya juga,

positifnya , dengan ewuh pakewuh itu, lebih bisa menjaga perasaan orang laen, lebih menghormat pada orang laen.

negatifnya, biasanya , pada orang2 yang kronis ewuh pakewuhnya,akan mengalami, sikap mental yang mbulet, tidak simple,membingungkan.

Nah, karena sikap ewuh pakewuh ini, biasanya orang jawa itu paling bisa untuk berbasa basi,tentu basa basi yang positip maksudnya, ketika ingin mengungkapkan suatu hal, biasanya tidak langsung to the point,tapi ngalur ngidul terlebih dulu,kadang terlalu ngalor , kadang jg terlalu ngidul,tapi tetep saja sampai di tujuan,itulah hebatnya seni ber basa basi.

Dulu, saya termasuk tipe orang yang ndak mau ngalor ngidhul, penginnya, to the point saja,motto saya waktu it:cepat,tepat, dan hemat,hemat dalam bicara, tepat tersampaikan maksudnya, dan langsung saja/cepat, ndak usah ngalor ngidhul.

Ternyata,setelah bekerja selama beberapa bulan ini, saya mulai meninjau ulang anggapan saya tentang basa basi,dulu yang anti pati dengan hal tsb,sekarang karena tuntutan pekerjaan, yg harus pinter2 lobby,(sok sok an xixixi),mau tidak mau, suka tidak suka, harus menguasai strategi basa basi tingkat mahir, (halaH).

Sungguh tidak mudah, melakukan change, dari satu sikap yang sudah meng- akar ke sikap lain yang sama sekali berbeda., dan dalam tempoe yang sesingkat singkatnya,hehehe, (proklamasi bo..)

Tapi kawan, ternyata basa basi itu memang banyak manfaatnya ,

kalo ngomongin soal bisnis atawa jualan,ia laksana angin sepoi- sepoi yang melenakan (halah ngawur :D )

, dg basa basi itu, pelanggan tidak merasa jadi “korban” dari target sales kita,krn merasa diposisikan sebagai business partner, mereka merasa terperhatikan ,ada simbiosis mutualisme disana (sok tahu saya hihihi)

Dalam konteks, bermasyarakat, pa lagi , masyarakat Indonesia, yang berbeda2 budaya,basa basi itu lebih mengeratkan persahabatan, dan meminimalisir konflik akibat dari benturan budaya (sok tahu lagi :D ).

Dalam konteks kepemimpinan, seorang pemimpin yang mendapat gelar Master bidang basa basi tingkat mahir, akan mendapat loyalitas pengikutnya, karena ia mampu menjaga perasaan orang2 yang dipimpinnya,tanpa ada disorientasi Goal/sasaran kerja.

Dalam konteks, berumah tangga,basa basi lebih mengokohkan cinta dan menyejukkan suasana keluarga, (cie cie..masih teori neh)

Begitulan kawan kira..kira..

Namun,sebelum mengakhirkan goresan saya kali ini, mari kita pegang erat,satu prinsip yang tidak ada keraguan di dalamnya, (hem hem).

dalam berbasa basi, untuk tidak keluar dari prinsip: Berkatalah benar atau Diam,agar basa basi kita tidak basi beneran.

Selamat berbasa basi!

terahir jangan lupa senantiasa mengenakan helm kebenaran,

salam, aristea :D

Older Posts »

Categories