Pekerjaan ideal

Posted: July 23, 2010 in spirit
Tags: , , , ,

Pekerjaan Ideal

Alhamdulillah ,rasa syukur yang tak terkira kepada Allah,
telah membimbing diri ini kedalam pangkuan aktivitas ini,
yang dengannya , saya bertemu banyak orang2 luar biasa didalamnya.

Tersebutlah, salah satu perguruan tinggi di Bandung,
yang disanalah saya berinteraksi lebih dalam dg orang2 luarbiasa itu,
tempat yg dipenuhi dengan idealisme kami, idealisme pemuda, pemuda yg beriman kpd Tuhannya.

Sudah menjadi kebiasaan bagi kami, untuk berdiskusi tentang berbagai hal,salah satu hal yg senantiasa menjadi Hot Topic to discuss, adalah tentang kehidupan pasca kampus.

Biasanya kalau membahas hal ini, akan mengkerucut pada 2 topic:

1. Pekerjaan.
2. Pernikahan.

Topik pertama , tentunya bukan sesuatu yg asing buat kebanyakan mahasiswa,bahkan sebelum lulus pun banyak teman2 yg sudah nyicil bekerja, bahkan ada yang sampai lupa lulus karena keasyikan bekerja, hehe.

Topik kedua yang , menurut pengamatan saya, sesuatu yg agak kurang populer dikalangan mahasiswa pada umumnya, tapi tidak bagi kami,
karena kami bukan mahasiswa biasa..(brett) ;) ) , adalah tentang pernikahan.
betul pernikahan, tapi saya tidak akan membahasnya dalam tulisan kali ini.

Setiap berdiskusi dengan rekan-rekan seperjuangan saya dikampus dulu tentang pekerjaan terbaik yang diinginkan setelah lulus ada beberapa jawaban pokok:
1. Bekerja di sektor industri/jasa, misal di bidang telco,
2. Bekerja di sektor pendidikan: misal jadi dosen,
2. Bekerja untuk diri sendiri, alias menjadi pengusaha,

Nomer pertama dan kedua adalah sesuatu yang umum diinginkan sebagaian besar untuk ditekuni setelah lulus nanti,sedangkan yang terakhir saya sebutkan, pengusaha, adalah hal yg tidak terlalu umum,,
Hanya sedikit yang bercita cita menjadi pengusaha,
ada yang bilang terlalu beresiko boyy ;) ), maklum selain biaya sekolah kami lumayan mahal,kami juga dari keluarga yg pas pas-an, dan banyak diantara kami yg jadi tumpuan keluarga,jadi kalau memilih dari pengusaha, rasanya harus berhadapan dg berbagai hal,t ermasuk tantangan dari orang tua kami sendiri,

sedikit flasback, dulu ceritanya, kenapa saya memilih kuliah disini, adalah karena keinginan keluarga sayah, agar setelah lulus bisa bekerja di T**K**M, padahal tidak ada jaminan sama sekali, bahkan setelah beberapa lama saya kuliah, saya sadar ternyata sebagian besar alumninya malah tidak berada di T**K**M, mungkin berkat doa orangtua, saya bisa berada di T**K**M ;) )

Kembali lagi menyoal pekerjaan,
Seandainya saat itu diadakan survey, halah, kemungkinan hasilnya akan sedikit berbeda dg survey ke mahasiswa pada umumnya,
Mungkin, pada mahasiswa pada umumnya yang memilih Nomer pertama, akan jauh dominan daripada pilihan menjadi dosen , apalagi pengusaha,
tapi jika survey dilakukan kepada kami, kemungkinan hasilnya relatif merata diantara ketiga pilihan diatas, walaupun pilihan bekerja disektor industri/jas tetap dominan, tetapi tidak sedominan survey pertama.

Nah , pertanyaannya , kenapa bisa seperti itu?apakah kami mengalami penyimpangan pemikiran? (lebay)
Rekan2 pembaca yang baik hatinya,
sepertinya interaksi kami selama dikampus dengan berbagai aktivitas, keorganisasian, kepanitiaanya, itulah yg membentuk pola pikir, dan pemahaman kami tentang masa depan, Bahwa masa depan itu seperti yang difirmankan Allah:

““Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akherat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui” ( Ar-Rum:64)
Masa depan sebenarnya adalah di akhirat sana, dan dunia adalah tempat mengumpulkan bekal untuk akhirat yang abadi.

Alhamdulillah selama dikampus,aktivitas silih berganti hadir, tidak mengenal hari, bahkan sabtu minggu , merupakan hari tersibuk kami, disaat yg lain ,berlibur, atau bahkan mengerjakan Tugas praktikum, kami sibuk dengan agenda yg luar biasa banyaknya, pagi hari, meeting untuk persiapan mengisi , kami menyebutnya, mentoring, sampai dengan dzuhur, selepas dzuhur, beraangkat upgrading keorganisasian, sampai ashar, habis ashar menujur tempat bakti sosial, maklum disekitar kampus sering terjadi banjir,tidak selesai disitu, magrib menjelang, sudah ada agenda pertemuan rutin para aktivis, biasanya sampai tengah malam, setelah itu baru kami memikirkan tentang tugas yg harus dikumpul hari senin, (wah jadi curcol nih) :D , Jadi menurut anda bagi kami kuliah menempati prioritas keberapa? xixixi,
tetep nomor satu dong, tinggal manajemen waktunya aja diatur,( sok2an) padahal tetap aja amburadul,hihihi ;) )

Nah dari situlah, kami merenung, berfikir, kadang2 saking serius mikirnya sampai migrain (halah)
kira2 pekerjaan apakah yang ideal setelah lulus nanti,ketika kami harus terjun ke dunia yg sebenarnya, kata senior2 :D , yang mana dg pekerjaan itu, kami tetap bisa menjalankan hoby, eh , kewajiban kami, berbuat untuk umat, masyarakat, bangsa dan negara,(patriotis banget bukan? )hehe,
maka kami sampai ke sebuah kesimpulan bahwa pekerjaan yang ideal bagi kami adalah:…………………………………………………………………….dreng deng deng..;))

pekerjaan yg ideal bagi kami, seperti kata seorang idola saya, adalah pekerjaan yang membutuhkan sedikit keterlibatan waktu dan juga tenaga, tapi banyak hasilnya,
ideal bukan??
kenapa itu ideal bagi kami, karena kami bisa memanfaatkan keluaangan waktu dan tenaga untuk aktivitas yg lain, berbuat untuk masyarakat, umat, dan negara, ;) ).Oleh karena itu wajar jika hasil survey agak berbeda.
Karena dari ketiga syarat diatas paling memungkinkan ketiganya ditemukan dalam diri seorang pengusaha,
Anda bekerja sbg pengusaha, punya otoritas penuh mengelola waktu anda,apalagi kalau anda sudah punya passive income,tinggal duduk manis, uang datang kepada Anda,ideal bukan? , ndak perlu banyak waktu dan tenaga, Hasilnya berlimpah limpah. .Sungguh pekerjaan yg ideal hehehe.

Tapi bagi kita, termasuk saya yg bukan pengusaha, atau lebih tepatnya belum menjadi pengusaha, tidak usah khawatir, banyak jalan untuk berkontribusi bagi umat, masyarakat, dan negara
Kata Rasulullah:”Sebaik diantara kalian, adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain”, mengenai hal ini akan diulas secara dangkal dan sederhana , hehe, di episode selanjutnya.

pekerjaan yg ideal menurut saya adalah pekerjaan yang membutuhkan sedikit keterlibatan waktu dan jg tenaga, tapi banyak hasilnya,

Selamat merenung. :D

Comments
  1. banzai says:

    Asslmkm.. curhat rupanya :) , dengan terlibatnya kita di t4 “tidak umum” seperti ini, memikirkan sesuatu diluar spesialisasi kita, membantu org2 sekitar dgn modal pas2an? (mahasiwa kan jarang yg punya duit ^_) .. ada barokahnya insyaAlloh. Dia selalu menolong kita saat kesulitan bukan? Siapa yg lebih menepati janjinya selain Alloh?

  2. aristyamp says:

    mantabs :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s